Post

Wabup Qosim: Bahasa Indonesia Menjadi Pemersatu

13 Agustus 2018 by Super Administrator

Wabup Qosim: Bahasa Indonesia Menjadi Pemersatu

Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim berharap agar Bahasa Indonesia tetap menjadi pemersatu. Hal ini disampaikan wabup saat membuka Sosialisasi pengunaan Bahasa Indonesia di media Luar Ruang yang berlangsung di Gedung Puteri Mijil, Komplek Pendopo Bupati Gresik, Senin (13/8/2018).

Acara sosialisasi tersebut diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jawa Timur yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. Ada 100 orang peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, yaitu dari dunia usaha, pemuda, kelompok yang bergelut di media social, serta beberapa unsur Pemerintah yang ada di tingkat Kecamatan.

Pada kesempatan itu Wabup Qosim meminta agar penggunaan dan penulisan apapun yang ada diluar ruangan harus menggunakan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Dalam mimpin rapat misalnya, Penggunaan Bahasa Indonesia adalah mutlak dan wajib. Bayangkan kalau kita pada acara resmi sementara yang hadir banyak dari berbagai suku. Tentu saja penggunaan Bahasa Indonesia adalah suatu keharusan karena bisa dipahami dari semua suku yang ada di Indonesia. Di Indonesia ini ada ratusan bahkan ribuan suku yang masing-masing punya Bahasa. Bahasa Indonesia adalah pemersatu” tandas Qosim.

Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Drs. Mustakim, M. Hum yang pada kesempatan ini juga menjadi naras umber mengatakan, pihaknya mengaku senang dengan masyarakat Gresik yang sudah sadar dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Sebelumnya saya sudah berkeliling, melihat beberapa spanduk yang ada. Saya katakana sebagian besar sudah menggunakan kaidah Bahasa Indonesia yang benar. Meskipun beberapa diantaranya masih menggunakan Bahasa asing. Kalau boleh saya memberi nilai, penggunaan Bahasa Indonesia di Gresik mendapat nilai B. Semoga usai acara ini, penggunaan Bahasa Indonesia di luar ruang di Gresik bisa mendapat nilai A” tambahnya.

Sementara kepala Dinas Kominfo Gresik, Budi Raharjo melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Sutrisno mengatakan, memang beberapa badan usaha di Gresik masih ada yang menggunakan Bahasa asing, misalnya tulisan ‘Hotel’ yang artinya penginapan. Hal ini saya maklumi, karena kata Hotel terasa lebih familiar. Namun ada beberapa spanduk yang bersisi penawaran. Ternyata pengusaha masih suka menggunakan Bahasa asing, padahal pasar yang dibidik adalah masyarakat Indonesia” katanya. (sdm/edited by Diskominfo Kab. Gresik)