Gresik Newsroom - Dalam rangka memperkuat akses layanan air minum, sanitasi yang aman, serta pengelolaan sumber daya air yang tahan terhadap perubahan iklim, khususnya di daerah perkotaan yang rentan, USAID Indonesia Urban Resilient Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH Tangguh) bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gresik.
Kolaborasi ini di kemas dalam Workshop Mekanisme Pelibatan Masyarakat dan Pertanggungjawaban Publik dalam Layanan Pengaduan Sektor Air Minum, Sanitasi, dan Pengelolaan Sumber Daya Air di Kabupaten Gresik. Kegiatan berlangsung di Hotel Santika, Gresik, pada Kamis (17/10).
Herry Susanto, Governance Specialist USAID IUWASH Tangguh, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memetakan perangkat daerah, khususnya yang menangani pengaduan di tingkat lokal.
“Kami fokus pada kesiapan admin untuk memformulasikan teknis yang akan diuji coba di lima kelurahan. Mekanisme SP4N Lapor akan dimaksimalkan untuk memberikan feedback dari masyarakat terkait layanan yang mereka terima,” ujar Herry.
Kepala Diskominfo Kabupaten Gresik, Ninik Asrukin, turut menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan workshop ini.

"Terima kasih kepada USAID IUWASH Tangguh dan semua pihak. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan layanan air minum, sanitasi, dan pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Gresik," ungkap Ninik.
Dalam workshop ini terdapat dua sesi pemaparan materi. Materi pertama disampaikan oleh Kepala Bidang Statistik dan Informasi Publik Diskominfo Kabupaten Gresik, Zurron Arifin, yang membahas tentang Pengaduan Masyarakat Pengambangan Sistem Komunikasi Untuk Pelayanan Publik di Kabupaten Gresik. Materi kedua disampaikan oleh Governance Specialist USAID IUWASH Tangguh, Herry Susanto, tentang Pelibatan Masyarakat dan Pertanggungjawaban Publik dalam Layanan Pengaduan Sektor Air Minum, Sanitasi, dan Pengelolaan Sumber Daya Air, diikuti dengan sesi diskusi.
Workshop ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Bappeda Gresik, Dinas Cipta Karya, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, UPT BLUD PLCD, Dinas Kesehatan, Perumda Giri Tirta, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUTR, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik.





