Gresik, 13 November 2025 - Desa Yosowilangon, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menjadi salah satu lokasi penilaian Tim Evaluator Provinsi Jawa Timur
Penilaian dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur), Inspektorat Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur.
Dalam kegiatan tersebut, tim evaluator disambut oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik. Hadir Kepala Dinas PMD Kabupaten Gresik Abu Hasan, perwakilan dari Inspektorat Kabupaten Gresik, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gresik.
Ketiga perangkat daerah di Kabupaten Gresik tersebut turut mendampingi langsung Pemerintah Desa Yosowilangon selama proses penilaian berlangsung.
Tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melaksanakan penilaian di empat desa, yaitu Desa Yosowilangon (Kabupaten Gresik), Desa Kwangsan (Kabupaten Sidoarjo), Desa Karanggupito (Kabupaten Ngawi), dan Desa Bungur (Kabupaten Pacitan).
Desa Yosowilangon dinilai memiliki inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. Seluruh layanan publik di desa ini telah dilakukan secara online melalui Sistem Informasi Desa (SID), sehingga masyarakat dapat mengakses layanan tanpa harus datang langsung ke kantor desa.
Selain itu, setiap penggunaan anggaran desa diumumkan secara terbuka melalui laman SID, sebagai wujud komitmen terhadap transparansi dan pencegahan praktik korupsi di tingkat desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gresik, Abu Hasan, menyampaikan apresiasi atas kemajuan dan kemandirian Desa Yosowilangon.
“Desa di Kabupaten Gresik rata-rata sudah berstatus mandiri. Desa Yosowilangon termasuk yang perkembangannya pesat, dengan pemberdayaan masyarakat yang besar serta pemanfaatan anggaran desa yang maksimal. Kami hadir sebagai pendamping dan siap menunjukkan kepada tim evaluator apa yang benar-benar telah kami kerjakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Abu Hasan menambahkan bahwa pihaknya optimistis terhadap hasil penilaian yang diberikan oleh tim evaluator.
“Semoga penilaian ini berjalan sukses. Apa yang ada, adalah sebenar benarnya kondisi. Saya yakin hal tersebut tidak akan mengurangi objektivitas penilaian. Justru kami melihat banyak nilai plus dari desa ini,” ujarnya
Sementara itu, Kepala Desa Yosowilangon, Abdur Rosyid, menegaskan bahwa semangat utama pemerintah desa adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Kami berupaya agar pemerintah desa ini dicintai rakyatnya, dengan pelayanan yang cepat, transparan, dan bermanfaat bagi semua warga,” ungkapnya.
Penilaian Desa Anti Korupsi ini meliputi empat aspek utama, yaitu:
1. Penguatan kualitas pelayanan publik
2. Penguatan sistem pengawasan
3. Penataan tata laksana pemerintahan desa
4. Peningkatan partisipasi masyarakat
Melalui program ini, diharapkan desa-desa di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Gresik, semakin memperkuat budaya integritas, transparansi, dan partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan desa.





 untuk seluruh radio di ind.png)