JI. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.60, Putat Luar, Randuagung, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61121

0812-1788-9986

Diskominfo Gresik Evaluasi Kolaborasi SPBE untuk Perkuat Transformasi Digital 2026

Diskominfo Gresik Evaluasi Kolaborasi SPBE untuk Perkuat Transformasi Digital 2026

Gresik, 17 November 2025 – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gresik menggelar rapat evaluasi dan identifikasi kolaborasi penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Ruang Pertemuan Diskominfo, Senin (17/11).

Agenda ini bertujuan menilai capaian implementasi SPBE tahun 2025 sekaligus menyusun arah kolaborasi untuk tahun 2026 agar lebih terintegrasi dan berdampak pada peningkatan layanan publik.

Rapat dipimpin Kepala Bidang SPBE, Fahry Ady Yamin, dan dihadiri perwakilan perangkat daerah, Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), serta Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). 

Fahry memaparkan bahwa capaian kolaborasi SPBE hingga minggu kedua November 2025 telah mencapai 80 persen, atau delapan dari sepuluh inisiatif kolaboratif terlaksana.

“Capaian ini menunjukkan kemajuan signifikan, tetapi masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum akhir tahun,” ujarnya.

Sejumlah tantangan masih dijumpai, seperti proses reviu KSDPK dengan UISI yang belum tuntas, integrasi SSO yang tertunda karena pemadanan NIK masih manual, pemanfaatan data antar-perangkat daerah yang belum otomatis dan belum memiliki standar interoperabilitas, kapasitas SDM yang belum merata, serta keterbatasan infrastruktur yang masih bergantung pada Pusat Data Nasional.

Dalam rapat tersebut, Diskominfo juga merumuskan arah kolaborasi SPBE 2026. Beberapa agenda yang disiapkan antara lain melanjutkan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pascapenandatanganan MoU, memperluas kolaborasi pengembangan SPBE dengan perguruan tinggi di Gresik, serta memperkuat penyebarluasan layanan publik melalui Gresik On WA.

Selain itu juga dibahas pemanfaatan WhatsApp Pemkab untuk OTP dan  broadcastnotifikasi aplikasi, optimalisasi Portal Layanan Terpadu, eksplorasi pemanfaatan teknologi AI untuk analisis data, serta penyediaan ruang pembelajaran melalui program magang enam bulan bagi mahasiswa.


Anggota Komisi III DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim, turut memberikan dukungan dan penegasan pentingnya peningkatan layanan dasar serta penguatan prioritas anggaran.

“Transformasi digital harus berdampak langsung pada masyarakat dan mendorong peningkatan PAD. Inovasi SPBE tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Dari sisi pengawasan internal, Sulisno Irbansyah menilai perlunya peningkatan sinergi antar-perangkat daerah.

"Aplikasi daerah harus dievaluasi secara berkala agar benar-benar efektif dan memberi kontribusi terhadap layanan publik,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan UISI dan UMG menyatakan kesiapan mendukung Pemkab Gresik melalui program magang, riset terapan, penguatan AI, hingga kontribusi gagasan inovatif mahasiswa melalui Digital Youth Forum (DYF).

Dengan terselenggaranya rapat ini, Diskominfo Gresik menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan integrasi layanan digital, dan mendorong terwujudnya transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.


Related Posts

Hubungi Kami
Logo

Situs kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Silakan menyetujui Kebijakan Privasi untuk pengalaman terbaik.