Gresik, 8 Desember 2024 – Forum Selisik Diri yang diinisiasi oleh Fatwa Amalia kembali hadir dengan tema “16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKtP): Menulis untuk Menyembuhkan.” Bertempat di Waktu Kopi, Gresik, forum ini menghadirkan ruang aman untuk perempuan cis/trans berekspresi, berbagi, dan mencari kekuatan diri melalui diskusi dan menulis.
Berbeda dari volume pertama yang diadakan pada acara International Women’s Day Gresik dengan lebih dari 30 peserta, Selisik Diri Vol. 2 sengaja dirancang lebih kecil dengan jumlah peserta tak lebih dari 10 orang. Forum ini memberikan suasana intim agar setiap peserta merasa nyaman untuk berbagi pengalaman dan emosi.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi, tetapi juga menemukan kekuatan baru di tengah cerita-cerita yang terkadang begitu berat. Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan kawan-kawan perempuan yang sefrekuensi. Hadir untuk sama-sama berkembang, memberi jeda untuk lelah masing-masing, dan saling memeluk,” ujar Fatwa Amalia.
Forum dimulai dengan diskusi mengenai kekerasan terhadap perempuan, membahas kasus-kasus yang viral dengan perspektif perempuan dan korban, dilanjutkan dengan sesi berbagi cerita untuk melepas lelah, dan diakhiri dengan menulis sebagai bentuk terapi. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung.
“Saya senang sekali, Selisik Diri ini adalah forum pertama yang saya ikuti. Di desa saya ada perkumpulan, tetapi tentu pembahasannya berbeda. Di sini, saya merasa berdaya bersama perempuan-perempuan hebat dan saling berbagi. Saya harap Selisik Diri akan ada bervolume-volume hingga tak terbatas,” kata Iil, salah satu peserta.
Selisik Diri menjadi langkah konkret untuk membangun jaringan perempuan yang saling mendukung di Gresik dan sekitarnya. Forum ini menawarkan ruang aman untuk perempuan berefleksi, bertumbuh, dan menciptakan versi terbaik diri mereka.
Fatwa Amalia berharap Selisik Diri dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan tema yang berbeda. “Harapannya, forum ini terus menjadi tempat di mana perempuan khsusnya di Kabupaten Gresik bisa merasa aman, didengar, dan saling menguatkan,” tuturnya.
Dengan semangat kebersamaan, Selisik Diri terus menjadi bagian dari gerakan membangun kesetaraan dan memberdayakan perempuan melalui langkah kecil yang membawa dampak besar.